septiana indah nugraheni

septiana indah nugraheni
septiana indah nugraheni _ 6 September 1996 _

Senin, 24 Agustus 2015

Sebuah Arti

Aku berusaha menjaga semua yg mudah hancur, prasaanku hatiku. aku selalu menolak kebahagiaan dari sebuah harapan, sesuatu yang belum pasti sesuatu yg mudah kapan saja meninggikan ku lalu menghempaskan ku tanpa ampun. Aku pernah berada di posisi itu dan berjanji takan berada di tempat yang sama sekarang esok bahkan seterusnya. Aku tlah berulang kali hancur berulang kali bangkit dan berulang-ulang kali berada didlm kebodohan yang sama.

Aku tak ingin mengatai diriku bodoh, aku terlalu pintar untuk terjatuh dikesalahan yang sama, aku hanya berusaha .. lebih baik. tak tau harus memulainya dari mana, aku hanya melihat jauh didalam dirimu, aku ingin tau kesungguhan mu aku ingin langkah baru ini tak salah. Tapi aku mulai kalah tiap kali menolak harapan indah mu, ada sesuatu yang menarik ku jauh lebih dalam, didalam arah yang tak pasti tapi aku menikmatinya. 

Semakin kesini aku semakin masuk dalam harapan indah mu, aku semakin takut tak menemui jalan pulang jalan kembali ke seutuhnya diriku karna disini aku bersamamu mengikuti tiap langkah mu, langkah kita. Aku ga pernah tau apa kau pernah berfikiran sama seperti ku, seandainya langkah kita terhenti? Seandainya kita tak bisa melangkah sebagai kita? Seandainya arah kita harus berbeda seandainya kita tak lagi selangkah .. 

Pengandaian itu terhenti sampai aku berada di posisi jika pengandaian itu benar menjadi kenyataan. Ternyata bukan langkah mana yg harus ku ambil tanpa mu tapi aku hanya terpaku pd tempat dimana ku terhenti. Apa aku mampu meneruskan langkah ku tanpa mu? Aku tlah terbiasa mengalunkan kaki ini bersamamu. Bagaimana bisa aku meneruskan semua nya sendiri di balik bayang sebelumnya.

seketika aku membayangkan posisi itu. Akan banyak yg hilang dari diriku, pesan singkat yang sering kali meramaikan handphone ku, sosok yang sering duduk berdua dengan ku, segala nya akan berubah jadi kesunyian, dan akan semakin mencengkam ketika aku membayangkan tawamu candaan yang seringkali mengundang ku tuk melakukan hal yang sama, kau tau? obrolan masa depan yang sering kita bicarakan? :) aku senang mendengarnya aku bahagia tiap kali membuka topik pembicaraan itu :’) meski dalam hati  ku terus mengabaikan nya yaa hanya karna aku takut semua itu hanya ucapan belaka hanya hiburan hanya permainan ucapan, aku terlalu takut untuk kecewa :( dan masih banyak hal yang tak bisa satu persatu ku uraikan dengan kata-kata. 

tanpa sosokmu takan ada yang aku tunggu, takan ada alasan yg slama ini mengartikan diriku, takan ada kata kita untuk mewujudkan mimpi bersama. Kau tau? kau tlah membaur didlm hidup ku di dlm hari-hariku, aku tlah terbiasa bersamamu dan aku tak ingin kebiasaan ini berganti tepatnya aku ga ingin kehilangan kamu dihidupku juga hatiku:) hmm bagaimana aku dihidup mu? Bagaimana aku didalam hatimu? Hanya aku kah? Seperti apa kau mengartikan diriku? Aku ingin tau~ 

Boleh kah aku bicara seandainya? Seandainya aku tak pernah mengerti apa itu kecewa, apa itu rasa sakit seandainya cinta bukan memilih antara disakiti atau menyakiti se
andainya cinta tak memilih menjadi peran dimainkan atau memainkan mungkin aku bisa seutuhnya mempercayai keindahan cinta, mungkin cinta seutuhnya milik ketulusan, mungkin cinta menjadi suatu hal yang .. ntah lah aku tak mampu menjabarkan nya. Dan seandainya kau pun mengerti bahwa aku berharap aku lah  arti dari setiap alasan mu terbangun bahwa aku lah arti dari alasanmu melangkah .. yaa ujungnya aku hanya berharap, berharap semua harapan ku nyata bukan sekedar harapan yang tak pasti :’)
 v

Selasa, 10 Maret 2015

kebiasaan aneh ku

dalam malam aku lebih senang duduk di balkon rumah dan menikmati langit pada malam hari, membayangkan hal - hal yang ku inginkan dan begitu indah. entah mengapa aku begitu senang dengan suasana malamhari dan udara malam yang dingin, aku merasa begitu tenang dan dapat berfikir secara jernih. begitu banyak hal yang dapt ku fikirkan dalam satu malam, meskipun begitu aku tidak merasa lelah aka hal ini akan tetapi malah sebaliknya kau merasa mendapatkan kekuatan, semangat dari hal tersebut.
                suatu malam aku begitu suntuk dalam kamar yang ku tempati, aku merasa ingin keluar dan melakukan kebiasaan yang sering ku lakukan duduk ataupun berdiri di balkon rumah namun sayang sekali hujan yang lebat dan angin yang sangat hebat sedang terjadi di luar sana. ya apa boleh buat aku hanya dapat membuka jendela dan merasakan angin malam yang begitu dingin di balik jendel akamarku.
                mungkin banyak orang mengira bahwa kebiasaan ini tidak baik, tapi mau bagaimana lagi ini semua sudah menjadi bagian hidupku, angin malam bukan lagi musuh ataupun hal yang harus di hindari tapi sebaliknya angin malam adalah sahabatku yang seolah dia adalah nafas hidupku bahkan menjdi narkoba dalam diriku yang membuat ku tak pernah bisa berhenti dan selalu merindukan untuk berada di tengah malam dan berselimutkan dengan angin malam yang berhembus perlahan mengenai kulit dan menenagkan jiwaku.

                hahaha mungkin ini cerita ku tentang kebiasaan yang mungkin bisa dibilang agak aneh.. salam sahabat... :)

Senin, 02 Maret 2015

APA YANG AKU TAKUTKAN ??


                Dahulu, aku selalu hidup dalam ketakutan. Ketakutan kehidupan apa yangbaku miliki atau tidak dapat mencapai suatu yang aku inginkan. misalnya saja "bagaimana jika rambut ku rontok?" ,
 "bagaimana jika aki tidak memiliki rumah yang besar?" ,
 "bagaimana jika berat badan ku bertambah?, maka badanku akan menjadi jelek!" ,
"bagaimana jika aku kehilangan pekerjaan?" ,
"apa yang terjadi jika aku menjadi tua dan lemah, sehingga tak dapat berbuat sesuatu untuk orang - orang di sekitar?"
                Aku takut akan semua itu. tetapi sekarang dengan memperhatikan kehidupan dan mempelajarinya, aku telah mengetahui semua jawabannya.
                kalau rambutkku rontok, aku dapat menjadi wanita botak yang paling bahagia, karena kepalaku masih dapat menghasilkan ide, meski tidak lagi menumbuhkan rambut.
                Sesungguhnya rumah mewah tidak dapat membahagiakan manusia, karena sebuah hati yang sedih tidak merasa senang meski berada di dalam istana. hanya hati yang gembira yang akan menjadikan rumah bagaimanapun bentuknya menjadi indah dan ceria.
                Kalau aku tidak dapat bekerja untuk mencari upah, maka aku akan bekerja semata-mata untuk Tuhan, karena upah yang Dia berikan jauh lebih banyak dan tidak dapat ditandingi.
                 Kalau aku sedah renta dan memiliki kondisi fisik yang lemah, aku bisa memberikan kekuatan daya pikir, kejujuran cinta, dan kemampuan jiwaku dalam menangggung kesulitan hidup kepada orang yang di sekelilingku.
                Aku takut dengan berbagai kerugian atau mimpi yang tidak tercapai. aku akan menghadapi semua tantangan dengan tekad bulat dan semangat membaja. Tuhan telah membarikan banyak sukacita kepadaku, seandainya aku kehilangan salah satu aku masih memiliki sepuluh yang lainnya. justru jika jalan hidupku mudah dan tanpa rintangan, aku tidak akan bisa menjaga dan mengembangkan sukacita tersebut.

                Untuk itu seandainya aku tidak dapat berdansa aku akan bernyanyi dengan gembira, seandainya aku tidak mampu bernyanyi, aku akan bersiul dengan suka cita, dan seandainya napasku lemah dan putus-putus, aku akan mendengarkan dengan seksama, dan hatiku akan berbicara dengan penuh cinta. ketika fajar mulai menyingsing, aku akan berdoa dengan khusyuk, sampai aku tidak dapat melakukannya lagi, karena tiba waktuku untuk menghadap Tuhan. Jadi, apa yang aku takutkan??
by: Septiana Indah Nugraheni

Senin, 16 Februari 2015

sekedar Menulis

                Dalam hidup kita pasti mendapatkan berbagai pelajaran yang sebenarnya walau hanya satu titik, san begitu singkat tapi jika kita renungkan memiliki arti dan pengaruh yang sangat besar.
                Masalah mungkin itu kata yang tepat untuk sesuatu yang terjadi sedangkan kita tidak menginginkannya jadi kita menganggapnya sebagai masalah di dalam hidup kita, maka dari itu setiap orang memiliki permasalahan yang berbeda-beda.
                Menyesal kata yang sering diucapkan saat sesuatu sudah terjadi dan tidak dapat diulang lagi. tapi mengapa harus menyesal jika memang itu sebenarnya memang sudah menjadi pilihan awal yang dipercaya merupakan hal yang terbaik daripada yang lain?? ya memang tidak semua yang kita pilih itu akan menghasilkan hasil yang sama seperti yang kita harapkan. dan untuk dapat menanggulangi atau mengatasi penyesalan yang sudah terlanjur ya yang penting angan menyalahkan diri sendiri terlalu lama. karena hal tersebut dapat saja membuat kita semakin patah semangat lebih baik kita belajar dari kesalahan dan melakukan yang lebih baik dari yang kita lakukan sebelumnya.
                Kecewa ai.... ini masih saudaranya dari menyesal. ya meski hampir sama tapi tetep bedalah ya. kecewa itu menurutku adalah keadaan dimana hal yang kita harapkan tidak terjadi. hum.... jadi menurutku sebaiknya biar dak kecewa lebih baik jangan berharap berlebihan atau terlalu muluk-muluk (kata orang jawa) karena jika terlalu tinggi low jatuh kan ya sakit juga tow ya. harapan sih boleh saja tapi juga harus yang wajar dan sesuai dong dengan keadaan kita.. ya dak ?? terkadang banyak orang bilang 'kamu sudah mengecewakan aku' nah perlu di renungin dulu nih.. dia yang bikin kecewa atau kita yang berharap terlalu lebih??
               ya masih begitu banyak yang ku fikirkan namun tak akan semuanya mampu ku ungkapkan dalam bentuk kata dan tulisan..

‎16 ‎Februari ‎2015
16:01:53



Septiana Indah Nugraheni‎

Jumat, 13 Februari 2015

Hari ini

Hari ini masih sama seperti hari-hari sebelumnya, ku masih dapat melihat mentari yang terbit di timur, mendengar berbagai kesibukan yang ada di rumah dan desaku.ya alam pedesaan yang sejuk dengan berbagai tumbuhan yang rimbun, bau asap dari perapian kayu pun masih dapat ku cium, semuanya sama seperti biasa rutinitas yang tak berubah hingga usiaku 18tahun. dimasa kecil aku sering berharap dan mulai membayangkan aku hidup di kota besar dengan segala kesibukan didalamnya yang akan dan sering memberikan kegiatan, kesibukan yang tiada kenal waktu. dan kini ku tenggelam dalam kenangan masa kecilku yang begitu berwarna aku merasa hampir semua cerita pernah ku rasakan hingga mungkin aku lupa bahwa aku adalah anak remaja dengan usia 18 tahun.

Febuari 2015 ini adalah masa liburan ku dari hari-hari kuliah yang sudah ku jalani 6 bulan, um.... memang aku masih menjejaki semester 1 tapi aku merasa sudah lumayan banyak pelajaran yang dapat ku ambil terlebih pelajaran tentang kehidupan, bukan hanya kita berjalan menyusuri waktu hingga nanti kan berakhir, tapi lebih dari itu bagaimana semasa kita masih dapat berdiri memberikan yang terbaik dan semaksimal mungkin yang kita mampu.

Aku berfikir mungkin bukan kita dilihat siapa dan apa yang kita miliki selama kita hidup tetapi bagaimana kita dikenang dan siapa kita bagi orang lain dimana nanti jika tugas kita sudah selesai.