Dahulu, aku selalu
hidup dalam ketakutan. Ketakutan kehidupan apa yangbaku miliki atau tidak dapat
mencapai suatu yang aku inginkan. misalnya saja "bagaimana jika rambut ku
rontok?" ,
"bagaimana jika aki tidak
memiliki rumah yang besar?" ,
"bagaimana jika berat badan ku
bertambah?, maka badanku akan menjadi jelek!" ,
"bagaimana jika aku kehilangan pekerjaan?" ,
"apa yang terjadi jika aku menjadi tua dan lemah, sehingga tak dapat
berbuat sesuatu untuk orang - orang di sekitar?"
Aku takut akan semua
itu. tetapi sekarang dengan memperhatikan kehidupan dan mempelajarinya, aku
telah mengetahui semua jawabannya.
kalau rambutkku
rontok, aku dapat menjadi wanita botak yang paling bahagia, karena kepalaku
masih dapat menghasilkan ide, meski tidak lagi menumbuhkan rambut.
Sesungguhnya rumah
mewah tidak dapat membahagiakan manusia, karena sebuah hati yang sedih tidak
merasa senang meski berada di dalam istana. hanya hati yang gembira yang akan
menjadikan rumah bagaimanapun bentuknya menjadi indah dan ceria.
Kalau aku tidak dapat
bekerja untuk mencari upah, maka aku akan bekerja semata-mata untuk Tuhan,
karena upah yang Dia berikan jauh lebih banyak dan tidak dapat ditandingi.
Kalau aku sedah renta dan memiliki kondisi
fisik yang lemah, aku bisa memberikan kekuatan daya pikir, kejujuran cinta, dan
kemampuan jiwaku dalam menangggung kesulitan hidup kepada orang yang di
sekelilingku.
Aku takut dengan
berbagai kerugian atau mimpi yang tidak tercapai. aku akan menghadapi semua
tantangan dengan tekad bulat dan semangat membaja. Tuhan telah membarikan
banyak sukacita kepadaku, seandainya aku kehilangan salah satu aku masih
memiliki sepuluh yang lainnya. justru jika jalan hidupku mudah dan tanpa rintangan,
aku tidak akan bisa menjaga dan mengembangkan sukacita tersebut.
Untuk itu seandainya
aku tidak dapat berdansa aku akan bernyanyi dengan gembira, seandainya aku
tidak mampu bernyanyi, aku akan bersiul dengan suka cita, dan seandainya
napasku lemah dan putus-putus, aku akan mendengarkan dengan seksama, dan hatiku
akan berbicara dengan penuh cinta. ketika fajar mulai menyingsing, aku akan
berdoa dengan khusyuk, sampai aku tidak dapat melakukannya lagi, karena tiba
waktuku untuk menghadap Tuhan. Jadi, apa yang aku takutkan??
by: Septiana Indah Nugraheni

Tidak ada komentar:
Posting Komentar